Jaringan Client-server dan Jaringan Router pada Cisco Packet Tracer


  Hasil & Pembahasan Praktikum :

Dalam praktikum yang diberikan, tujuan utama adalah untuk membuat jaringan yang terhubung ke router dan dapat memberikan alamat IP secara otomatis kepada perangkat klien dengan menggunakan layanan DHCP. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses distribusi alamat IP ke semua perangkat yang terhubung ke jaringan tanpa perlu melakukan manual input pada setiap perangkat. Dalam hal ini, konfigurasi jaringan menjadi lebih mudah dan cepat. Dengan menggunakan DHCP, klien atau perangkat lain dapat terhubung ke jaringan dengan mudah dan efisien. Peserta praktikum diharapkan mampu mengimplementasikan konfigurasi jaringan dengan DHCP secara tepat dan menguji fungsinya dengan baik. Praktikum ini juga bertujuan untuk memperluas pemahaman peserta terhadap cara kerja DHCP dan manfaatnya dalam memudahkan penggunaan jaringan dalam skala yang lebih besar.

Prosedur Praktikum :

1.   Pertama-tama buat seperti gambar dibawah. Masing masing jaringan terdiri dari 1  server, 3  PC, dan 1 switch.



2.  Tahap selanjutnya setelah sebelumnya adalah menghubungkan tiap jaringan dengan kabel straight dan switch sebagai pusatnya. Hal ini memungkinkan perangkat pada masing-masing jaringan dapat berkomunikasi dengan mudah dan mempercepat transfer data. Kabel straight dan switch sangat penting untuk menjaga stabilitas dan efektivitas jaringan.





3.     Untuk memenuhi persyaratan konfigurasi jaringan yang diminta, langkah pertama adalah mengatur alamat IP server di menu desktop server0. Alamat IP yang digunakan harus memenuhi kelas A dan B. Misalnya, 40.30.20.10 dengan Default Gateway 40.30.20.1 dan DNS server 40.30.20.2. Konfigurasi ini memungkinkan server terhubung ke jaringan dan digunakan untuk berbagai keperluan seperti berbagi data atau layanan pada jaringan.


4.  Aktifkan layanan DHCP pada server0 dengan memilih opsi "on" di bagian Services. Isilah kolom Default Gateway dan DNS Server dengan alamat IP yang telah dikonfigurasi pada server0, kemudian klik "save" untuk menyimpan pengaturan.



5.  Konfigurasikan juga alamat IP pada server1 dengan menggunakan IP kelas B. Kemudian aktifkan layanan DHCP pada bagian Services dan isi kolom Default Gateway dan DNS Server dengan nilai yang sama dengan alamat IP pada server1. Setelah itu, pada menu PC, IP address akan ditambahkan secara otomatis ketika swipe ke DHCP.



6.     Untuk menghubungkan kedua jaringan yang telah dibuat sebelumnya, langkah yang harus dilakukan adalah dengan menggunakan sebuah router. Pastikan untuk menambahkan port CFE pada switch agar jaringan dapat terhubung secara efektif. Agar port CFE dapat ditambahkan pada switch, terlebih dahulu switch harus dimatikan dengan mematikan daya yang masuk ke switch. Setelah itu, port CFE dapat ditambahkan dan kemudian switch dapat dihidupkan kembali.



7.   Masuk ke menu CLI pada Router dan ketikkan command seperti yang tertera di gambar.



8. Setelah mengkonfigurasi jaringan, langkah selanjutnya adalah menguji jaringan dengan melakukan ping test dari PC1 ke PC5 untuk memastikan koneksi antar jaringan berhasil dibuat. Jika ping test menunjukkan hasil positif tanpa ada paket yang hilang atau Request Timed Out, maka dapat dipastikan bahwa jaringan yang telah dibangun berfungsi dengan baik.





 Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

1.     Kesalahan dalam memasukan command saat ip add menjadikan muncul peringatan incomplete command pada CLI

2.     Request Time Out terjadi pada pengujian ping pertama

 Kesimpulan Percobaan :

Pada praktikum ini, para peserta diharapkan mampu membangun jaringan yang mampu membagikan alamat IP secara otomatis menggunakan layanan DHCP. Meski dalam proses instalasi jaringan tersebut, terdapat beberapa kendala yang dapat diatasi dengan memperhatikan detil-detail penting seperti pengaturan IP address, Default Gateway, dan DNS server pada kedua server yang digunakan. Kemampuan untuk mengimplementasikan DHCP secara tepat juga merupakan hal yang penting.

Dengan berhasil membangun jaringan yang dapat membagikan alamat IP secara otomatis, diharapkan para peserta dapat lebih memahami bagaimana jaringan berinteraksi dengan perangkat lain dan bagaimana mengatasi masalah yang mungkin terjadi selama proses instalasi. Ini tentu akan membantu mereka dalam menjalankan jaringan dengan lebih efektif dan efisien di masa depan.





Comments