Konfigurasi Web Server dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer

 Hasil & Pembahasan Praktikum :

Selama praktikum ini, peserta akan memiliki kesempatan untuk belajar dan menerapkan konfigurasi pada Web Server. Tujuannya adalah mempermudah akses data melalui protokol HTTP atau HTTPS, sehingga Web Server dapat menyediakan konten dan layanan kepada pengguna melalui jaringan. Selain itu, peserta juga akan terlibat dalam simulasi VLAN, yang merupakan konsep jaringan virtual. Melalui simulasi ini, peserta akan memahami cara kerja VLAN dalam mengorganisir jaringan secara virtual.

Prosedur Praktikum :

1.   Pada praktikum ini, akan dibuat jaringan dengan empat server dan empat PC di setiap server. Menggunakan switch, server-server tersebut akan dihubungkan dan switch tersebut akan terhubung ke router. Semua perangkat dalam jaringan ini akan dihubungkan menggunakan kabel straight.


2.   Pada setiap server, lakukan pengaturan IP dengan mengkonfigurasi alamat IP. Server yang berada di VLAN 100 akan diberikan alamat IP 193.168.1.2 dan Default Gateway 193.168.1.1.


3.   Pada setiap server, lakukan konfigurasi IP dengan mengatur alamat IP. Server yang berada di VLAN 200 akan diberikan alamat IP 195.168.1.2 dan Default Gateway 195.168.1.1.


4.   Pada setiap server, lakukan konfigurasi IP dengan mengatur alamat IP. Server yang berada di VLAN 300 akan diberikan alamat IP 197.168.1.2 dan Default Gateway 197.168.1.1.



5.   Pada setiap server, lakukan konfigurasi IP dengan mengatur alamat IP. Server yang berada di VLAN 400 akan diberikan alamat IP 199.168.1.2 dan Default Gateway 199.168.1.1.



6.   Pada keempat server tersebut, implementasikan penggunaan DHCP untuk mendapatkan konfigurasi IP Address secara otomatis. Aktifkan fitur DHCP pada setiap server agar mereka dapat memperoleh IP Address secara dinamis dari server DHCP dalam jaringan.


7.   Konfigurasikan semua klien untuk menggunakan DHCP sehingga mereka dapat terhubung dengan IP Server secara otomatis. Aktifkan opsi DHCP pada setiap klien untuk memperoleh konfigurasi IP Address dari server DHCP dalam jaringan, memungkinkan klien terhubung dengan IP Server tanpa perlu konfigurasi IP manual.



8.   Terapkan konfigurasi pada semua klien agar menggunakan DHCP, sehingga mereka dapat terhubung dengan IP Server secara otomatis. Dengan mengaktifkan opsi DHCP pada setiap klien, mereka akan otomatis menerima konfigurasi IP Address dari server DHCP dalam jaringan, memudahkan koneksi ke IP Server tanpa perlu pengaturan IP manual.


9.     Gunakan CLI untuk mengubah pengaturan switch menjadi mode trunk. Ini akan mengkonfigurasi switch agar dapat mengirimkan lalu lintas data dari semua VLAN melalui koneksi trunk yang terhubung ke router. Dengan mengalihkan switch ke mode trunk, transfer data antara VLAN yang berbeda dapat dilakukan melalui router secara efisien.



10.     Melanjutkan pengaturan pada router melalui CLI adalah langkah selanjutnya. Dengan menggunakan CLI, kita dapat mengkonfigurasi antarmuka, routing, keamanan, dan fitur lainnya pada router. Ini memungkinkan kita untuk menyesuaikan pengaturan jaringan sesuai kebutuhan dan memastikan kinerja jaringan yang optimal.



11.     Lakukan tes ping pada tiap client


12.     Kemudian, kita akan melakukan perubahan pada file indeks.html dengan tujuan untuk membuat biodata yang dilengkapi dengan foto profil.


13.     Silakan buka web browser pada PC dan masukkan IP address server untuk mengakses tampilan yang telah kita edit pada file index.html sebelumnya. Pastikan tampilan tersebut mencakup perubahan yang telah dilakukan, termasuk penambahan hyperlink jika diperlukan.


 Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :

1.     Kesalahan saat memasukan dan menambahkan port pada tiap modul sehingga mengakibatkan konfigurasi VLAN berantakan.

2.     Banyak terjadi kesalahan memasukkan command pada CLI sehingga mengakitbatkan harus mengulang langkah-langkah di CLI

 Kesimpulan Percobaan :

Kesimpulan dari eksperimen ini adalah bahwa VLAN memiliki peranan yang sangat signifikan dalam menciptakan jaringan virtual yang efisien. Implementasi VLAN memungkinkan pengaturan yang lebih terstruktur dan terorganisir dari jaringan saat diakses oleh klien melalui server. Melalui pengelompokan logis perangkat dan pengaturan kebijakan yang tepat, VLAN memberikan kontrol yang lebih baik terhadap lalu lintas jaringan dan memungkinkan pemisahan sumber daya yang diperlukan.

Selain meningkatkan efektivitas administrasi jaringan, penggunaan VLAN juga memberikan manfaat dalam pengaturan kebijakan yang terstruktur. Ini memungkinkan pengaturan lalu lintas jaringan yang lebih efisien dan alokasi sumber daya yang optimal. Lebih lanjut, VLAN juga berkontribusi pada peningkatan keamanan jaringan dengan membatasi akses antara VLAN yang berbeda, sehingga melindungi data dan informasi penting.

Dalam praktikum ini, telah diilustrasikan pentingnya VLAN dalam menyediakan jaringan yang terstruktur, efisien, dan aman.

Comments